Header Ads

Ad Home

Jokowi Bahas Keamanan Papua di Istana, ada apa ??



Jakarta - Presiden Jokowi membahas soal keamanan di Papua bersama staf khususnya. Menurut Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya, aparat keamanan wajib menindak pihak-pihak yang merusak keamanan.

"Saya minta ke pihak keamanan, kalau memang ada yang salah ya harus ditindak. Pihak keamanan, pihak kepolisian, pihak TNI, Polri harus kerja sama baik," kata Lenis di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (31/10/2017).

Fakta-fakta di lapangan juga harus diungkap. Selain itu pendekatan dengan masyarakat Papua tidak bisa secara koersif.

"Tidak bisa kekerasan dengan alat-alat negara atau alat-alat yang terlarangan. Tapi, pendekatan dengan hati, itu yang lebih penting. Kenapa masyarakat itu marah, karena ada hal sesuatu yang belum beres," ujar Lenis.

Lenis tak menampik jika isu mengenai OPM kembali muncul. Sehingga aparat wajib mengambil tindakan.

Lenis juga menduga kondisi keamanan di Papua berkaitan dengan kebijakan pemerintah yang meminta PT Freeport untuk melakukan divestasi.

"Selama tiga tahun kepemimpinan Pak Jokowi, tidak pernah ada penembakan-penembakan di Papua. Tak pernah, kenapa akhir-akhir ini dekat isu-isu politik, Pilgub ini bisa terjadi? Kenapa? Siapa yang bermain? Siapa yang mempermainkan itu? Ini saya bilang isu masalah Freeport yang pernyataan Pak Kapolda, Kapolda mengatakan tembak langsung itu, itu kewajibannya sebagai pihak keamanan untuk menjaga negara keutuhan," papar Lenis.

Menurut dia solusi dari masalah keamanan di Papua adalah duduk bersama. Sehingga ditemukan jalan keluar.

"Mari jangan kekerasan dulu. Semua kekerasan kita berhentikan dulu. Sekarang pemerintah, Freeport, adat, duduk dulu. Ini maunya seperti apa ini. Pasti solusinya cepat selesai. Kalau kekerasan, lawan terus, tidak ada selesai. Freeport sudah hancur-hancuran, pertambangan hancur-hancuran, nanti kita rugi juga. Bukan orang Amerika saja rugi, Indonesia juga rugi kan?" kata dia.

Dia mengaku Presiden Jokowi telah mempercayakan mediasi masalah keamanan di Papua kepadanya. Dia merupakan kepala suku di sana.

"Masalah keamanan Freeport, Pak Presiden percayakan saya untuk koordinasi di daerah untuk keamanan. Tapi garis besarnya masalah Papua, keamanan, itu saya sampaikan punya kepala suku. Kami selama ini perang suku di Timika, Tolikara, yang bisa selesaikan cuma saya. Tidak bisa dituruti. Orang semua tahu. Saya turun pasti aman," kata dia. ( detik.com )

Diberdayakan oleh Blogger.